Postingan

ASPEK SISTEM PEMBELAJARAN MENURUT LINDGREN

Menurut Lindgren (1976), fokus sistem pembelajaran mencakup tiga aspek, yaitu : 1.   Siswa/peserta didik. Siswa /peserta didik merupakan faktor yang paling penting sebab tanpa peserta didik tidak akan ada proses belajar. 2.   Proses Belajar. Proses belajar adalah apa saja yang dihayati peserta didik apabila mereka belajar. Bukan apa yang harus dilakukan guru untuk membelajarkan materi pelajaran, melainkan apa yang akan dilakukan peserta didik untuk mempelajarinya. 3.   Situasi Belajar. Situasi belajar adalah lingkungan tempat terjadinya proses belajar dan semua faktor yang mempengaruhi peserta didik atau proses belajar seperti guru, kelas dan interaksi didalamnya.   Sumber : Dr. M. Sobary Sutikno.(2014). “ Metode dan Model – Model Pembelajaran ”. Holistika. Lombok.    

TEKNOLOGI

Mendengar kata Teknologi , pada benak seseorang pasti terpikir benda – benda seperti Komputer, Pemutar MP3 dan pesawat ulang alik. Kata teknologi selalu memiliki berbagai penafsiran, mulai dari peranti keras hingga cara yang sistematis dalam menyelesaikan masalah. Kata teknologi berasal dari bahasa Yunani Technologia . Terdiri dari dua kata yaitu Techne yang artinya kemampuan dan Logia yang artinya ungkapan. Sumber : Sharon E. Smaldino, Deborah L. Lowther dan James D. Russel.(2011). Intructional Technology and Media for Learning . Pearson Education. Inc.  

RANGKAIAN KESATUAN KONKRETE-ABSTRAK

  Kegiatan pengajaran berlangsung disepanjang kontinum dari pengalaman konkret dan nyata hingga pengalaman yang sangat abstrak. Di bawah ini disediakan tabel rangkuman kesatuan konkret-abstrak diadaptasi dari Dale’s Cone Experience (Dale,1996). Pengalaman Konkret Pengalaman Abstrak Keterlibatan sebenarnya, Simulasi dari pemain peran Demonstrasi, Tampilan video visual audio teks. Partisipasi Observasi (mendengar dan membaca) Aktif Pasif   Seorang guru memberikan pengajaran pada siswa alangkah baiknya melalui tahapan nyata ke abstrak, sebagaimana yang diusulkan oleh Edgar Dale (1969) dalam tulisannya Cone of Experience mengusulkan agar kita memulai pemelajaran sebagai peserta dalam pengalaman aktual, kemudian berpindah ke pemelajar sebagai pengamat kejadian yang disajikan melalui perantara dan akhirnya ke pemelajar yang mengamati simbol yang mewakili sebuah kejadian. ...

MULTIMEDIA

Multimedia berasal dari kata multi dan media. Multi berasal dari bahasa Latin yaitu nouns yang berarti banyak atau bermacam – macam. Sedangkan kata media yaitu medium yang berarti perantara atau sesuatu yang dipakai untuk menghantarkan, menyampaikan atau membawa sesuatu. Kata medium dalam American Heritage Electoronic Dictionary (1991) diartikan sebagai alat untuk mendistribusikan dan mempresentasikan informasi. Berdasarkan itu multimedia merupakan perpaduan antara berbagai media (format file) yang berupa teks, gambar (vektor dan bitmap), grafik, sound, animasi, video, interaksi, dan lain – lain yang telah dikemas menjadi file digital (komputerisasi), digunakan untuk menyampaikan atau menghantarkan pesan kepada publik. Menurut Rosch (1996) multimedia adalah suatu kombinasi data atau media untuk menyampaikan suatu informasi sehingga informasi itu tersaji dengan lebih menarik. Gayeski (1993) mendefiniskan multimedia sebagai kumpulan media berbasis komputer dan sistem komunika...

MEDIA

Media bentuk jamak dari perantara (medium), merupakan saran komunikasi. Berasal dari bahasa Latin medium (antara). Istilah ini merujuk pada apa saja yang yang membawa informasi antara sebuah sumber dan sebuah penerima. Enam kategori dasar media adalah teks, audio, visual, video, perekayasa ( manipulative ) benda – benda dan orang – orang. Tujuan dari media adalah untuk memudahkan komunikasi dan belajar. Sumber : Sharon E. Smaldino, Deborah L. Lowther dan James D. Russel.(2011). Intructional Technology and Media for Learning . Pearson Education. Inc.

JENIS – JENIS BELAJAR

Empat ranah utama belajar diantaranya kognitif, afektif, motorik dan interpersonal. RANAH KOGNITIF Dalam ranah kognitif, belajar menggunakan serangkaian kemampuan intelektual yang dapat dikelompokan menjadi informasi verbal/visual atau keterampilan intelektual. Belajar verbal/visual biasanya melibatkan pengingatan, atau pengingatan kembali fakta atau informasi. Contohnya menyebutkan tulang tangan manusia, melabelkan bagian – bagian ucapan dalam sebuah kalimat, menemukan contoh – contoh bentuk dasar dalam sebuah gambar, atau menyebutkan waktu – waktu penting pertempuran utama Perang Saudara. Keterampilan intelektual, disisi lain, membutuhkan penerapan berpikir kritis dan manifulasi informasi. Sebagai misal, menyebutkan alih – alih tulang – tulang, para siswa akan membandingkan dan membedakan fungsi – fungsi tulang dikedua tangan hingga tulang yang menutupi organ – organ dalam. Atau alih – alih sekedar menemukan bentuk – bentuk dasar, para siswa akan mengembangkan gagasan yang ak...

FORMAT MEDIA DAN BAHAN – BAHAN PENGAJARAN

FORMAT MEDIA DAN BAHAN – BAHAN PENGAJARAN FORMAT MEDIA Format media adalah bentuk fisik yang didalamnya pesan disertakan, dan ditampilkan. Format media mencakup papan tulis penanda ( visual dan teks ), slide powepoint (teks dan visual), CD (suara dan musik), DVD (video), dan multimedia komputer (audio, teks dan video). BAHAN – BAHAN PENGAJARAN Bahan – bahan pengajaran adalah benda – benda spesifik yang digunakan dalam sebuah pelajaran yang mempengaruhi kegiatan belajar siswa. Sebagai contoh, untuk belajar sebuah program peranti lunak komputer dimungkinkan berulang kali melihat persentasi soal – soal praktis tentang perangkat lunak tersebut, dan membuat tanggapan terhadap soal tersebut dan menerima umpan balik. Soal dan umpan balik matematika spesifik yang dirasakan oleh para siswa diperanti lunak itu merupakan bahan – bahan pengajaran. Tabel contoh format media dan bahan – bahan pengajaran. MEDIA FORMAT MEDIA BAHAN – BAHAN PENGAJARAN ...